Menurut Komaruddin Hidayat, krisis itu vitamin dan pemicu untuk maju. Krisis itu bagian integral dari perjalanan seseorang dan bangsa. Lewat krisis biasanya seseorang tertantang untuk bangkit menjawab hambatan dan himpitan hidup yang menghadang. Karena krisis maka sebuah bangsa dipaksa berpikir mencari terobosan dan menciptakan inovasi serta alternatif baru untuk membangun masa depan yang lebih baik. Berbagai terobosan itu muncul biasanya ketika ada krisis yang memaksa manusia untuk mencari solusi.
Kita bisa belajar dari biji buah-buahan. Ketika sel-sel biji benih akan tumbuh, maka terjadilah krisis pada jaringan kulitnya berupa keretakan pada permukaannya sehingga membuka jalan bagi berkembangnya calon pohon besar yang secara potensial masih amat kecil tersimpan di dalam biji. Kita juga bisa belajar dari telur seekora hewan. Telur ayam, misalnya, yang sedang ditetaskan akan mengalami krisis dan keretakan pada dindingnya sehingga terbuka pintu bagi anak ayam yang akan menggantikan induknya di kemudian hari.
Dalam kajian neuropsikologi, potensi otak manusia sesungguhnya jauh lebih banyak yang belum tergali dan teraktualisasikan. Jaringan saraf-saraf dalam otak yang berfungsi untuk menghimpun informasi sebagai bahan tumbuhnya ilmu pengetahuan belum sampai sepuluh prosen yang terisi. Manusia itu makhluk luar biasa. Mampu hidup di segala cuaca dan kondisi lapangan.
Sejarah manusia selalu dipicu untuk maju oleh serangkaian krisis yang terjadi dari zaman ke zaman. Tanpa krisis dan tantangan, potensi manusia tidak akan muncul dan teraktualkan. Qomaruddin Hidayat mencontohkan, “mirip orang kampung yang membuat minyak kelapa, hanya dengan cara diperas sedemikian rupa maka minyak baru akan keluar. Atau padi ditumbuk berulangkali agar terjadi gesekan dalam jangka waktu tertentu sehingga kulitnya terkelupas dan muncullah beras.”
Hanya saja, ide kreatif tidak datang begitu saja. Ia harus ditanam, dipupuk, dan disirami dalam diri kita selama bertahun-tahun bahkan selama hidup. Untuk mendapatkan ide kreattif, dapat dilakukan beberapa hal:
- Banyak membaca
Dengan banyak membaca, kita mengisi pikiran dengan bahan-bahan berupa potongan-potongan informasi yang dapat dianalogikan seperti mengumpulkan potongan-potongan puzzel. Bila rangkaian potongan-potongan puzzel informasi tersebut telah lengkap atau setidaknya hampir lengkap, maka akan tampak sebuah gambar/bentuk yang memiliki makna cukup jelas yang dapat berupa ide kreatif.
Bacaan tidak harus berupa buku, tetapi bisa majalah, koran, atau artikel-artikel dan jurnal-jurnal penelitian di internet. Yang penting, isinya bermutu dan sesuai dengan kebutuhan dan minat kita. Semakin banyak informasi bermutu yang kita peroleh, berarti semakin banyak potongan puzzel yang kita kumpulkan. Hal itu berarti peluang untuk mendapatkan ide kreatif semakin besar. Selain itu juga sangat membantu upaya menghindari duplikasi (secara tidak sengaja) ide dari orang lain yang sudah diwujudkan dan atau dipublikasikan lebih dahulu.
- Sering mengamati
Mengamati tidak sama dengan melihat. Mengamati adalah melihat dengan mata dan otak. Kebanyakan orang, kalau melihat sesuatu benda atau kejadian yang menarik akan berhenti pada melihat saja, tanpa meneliti. Seorang peneliti tidak hanya sampai di situ saja, tetapi kemudian berfikir bagaimana bisa, mengapa demikian, dan seterusnya.
- Sering berdiskusi
Berdiskusi dengan orang lain yang mempunyai minat, pengetahuan dan skill pada bidang yang sama dengan kita sangat diperlukan untuk memperdalam dan memperluas wawasan. Namun demikian, diperlukan juga diskusi dengan orang dengan minat, pengetahuan dan skill pada bidang yang lain agar kita memiliki pemahaman yang lebih komprehensif pada aspek-aspek yang melingkupi bidang yang kita minati.
Sejatinya, setiap orang harus kreatif agar anda dihargai oleh orang lain. Hal itu bisa menjadi pembeda antara anda orang lain. Orang kreatif itu akan menaikkan citra dan harga diri anda di mata siapapun. Lihatlah berapa banyak orang di sekitar anda yang punya hobi dan minat, tapi tidak mau memaksimalkan bahkan senderung mematikannya. Akibat tidak kreatif sehingga mereka serimg dianggap biasa-biasa saja, tidak berharga, tidak dipertimbangkan orang lain, bahkan sering mengalami PHK atau tidak dimanfaatkan orang lain. Seiring dengan perputaran waktu, orang yang tidak kreatif akan cepat terlindas oleh "waktu" dam akhirnya akan menurunkan harga dirinya sendiri.
Terkadang kita tidak menyadari, betapa Tuhan itu telah melengkapi dan membekali manusia dengan “persenjataan” yang lengkap untuk bertarung dengan kehidupan. Sungguh cermat segala perhitungan-Nya. Diantara sekian banyak peralatan tempur itu salah satunya adalah: Kreativitas.
Apakah Anda mengenal dan bahkan mengagumi, semisal; Spielberg, Goerge Lucas, John Grisham, Eminem, K.D Lang, Jewel, Allanis Morissete? Atau para pengusaha yang sukses seperti Bill Gates, HM. Sampoerna, Nicolaus Otto, Gottlieb-Daymler? Atau para musisi yang sukses seperti Iwan Fals, Melly Goeslaw, Ahmad Dani, Bimbo, Rhoma Irama, dan bahkan juga Inul Daratista. Serta tertarikah anda untuk menjadi kreatif seperti mereka? Apakah Anda berniat mendirikan suatu usaha baru, atau membantu tempat perusahaan tempat Anda bekerja agar lebih maju dan berkembang? Kini, semakin banyak orang yang menyadari bahwa kreativitas itu memainkan peranan penting dalam meraih kebahagian pribadi dan keunggulan profesional.
Orang kreatif adalah mereka yang unggul dalam pekerjaan, mendirikan usaha baru, yang menemukan berbagai produk. Yang membangun gedung dan merancang rumah tinggal, yang memproduksi film dan pementasan, menggubah musik, melukis, dan menelurkan berbagai karya keindahan. Manusia kreatif acapkali memiliki kehidupan sosial mengasyikan dan merangsang, berinteraksi dengan banyak orang, serta menjelajahi tempat-tempat menawan. Dengan demikian mereka terus-menerus belajar dan berbuat. Kreativitas juga merupakan aspek penting lingkungan keluarga yang sehat. Para orang tua kreatif tahu cara membantu anak agar menjadi orang dewasa yang mencintai dan memanfaatkan kehidupan secara maksimal.
Kita umumnya mulai membatasi pencarian dan kemampuan kreatif pada usia teramat muda. Biasanya, mulai masuk SD. Di sini, sedikit demi sedikit, kreativitas mulai dikekang oleh pendidikan tradisional. Kita duduk berderet dengan manis bersama dua puluh atau tiga puluh anak-anak lainnya. Dan harus tunduk pada peraturan dan prosedur yang kaku, yang kebanyakan membatasi keterampilan berpikir kreatif.
Sebenarnya, riset membuktikan bahwa kita semua memiliki daya untuk menjadi kreatif dalam banyak bidang. Menurut Prof. Howard Gardner dari Universitas Harvard dalam bukunya Frames of Mind. Kita diberkahi tidak hanya satu jenis kecerdasan umum, namun tujuh: Verbal/Linguitis: kemampuan memanipulasi kata secara lisan atau tertulis; Matematis / logis: kemampuan memanipulasi system nomor dan konsep logis; Spasial: kemampuan melihat dan memanipulasi pola dan desain; Musikal: kemampuan mengerti dan memanipulasi konsep musik, seperti nada, irama dll; Kinestesis tubuh: kemampuan memanfaatkan tubuh dan gerakan seperti dalam olah raga atau tari; Intrapersonal: kemampuan memahami perasaan diri, gemar merenung serta berfilsafat; Interpersonal: kemampuan memahami orang lain, pikiran, serta perasaan mereka.
Kreativitas ternyata merupakan sesuatu yang penting bagi sebuah Bangsa. Berpikir kreatif diperlukan dalam proses berpikir untuk menyelesaikan masalah. Semakin kreatif seseorang, semakin banyak alternatif penyelesaiannya. Berpikir merupakan instrumen psikis paling penting. Dengan berpikir, kita dapat lebih mudah mengatasi berbagai masalah dalam hidup. Berpikir kreatif merupakan salah satu cara yang dianjurkan. Dengan cara itu seseorang akan mampu melihat persoalan dari banyak perspektif.
Coleman & Hammen mengungkapkan, ada tiga faktor yang secara umum dapat ikut menunjang cara berpikir kreatif. Pertama, kemampuan kognitif. Seseorang harus mempunyai kecerdasan tinggi. Untuk itu Ia harus secara terus-menerus mengembangkan intelektualitasnya.
Kedua, sikap terbuka. Cara berpikir kreatif akan tumbuh apabila seseorang bersikap terbuka pada stimulus internal dan eksternal. Sikap terbuka dapat dikembangkan dengan memperluas minat dan wawasan.
Ketiga, sikap bebas, otonom, dan percaya diri. Berpikir secara kreatif membutuhkan kebebasan dalam berpikir dan berekspresi. Juga memerlukan kemandirian berpikir, tidak terikat pada otoritas dan konvensi sosial yang ada. Yang terpenting, ia percaya pada kemampuan dirinya. Seseorang yang mempunyai tingkat kreativitas tinggi, sering kali menghasilkan pemikiran atau gagasan luar biasa, aneh, terkadang dianggap tidak rasional. Bahkan, karena keluarbiasaan itu, tidak sedikit orang kreatif dianggap "gila". ada kesamaan antara orang kreatif dengan orang gila, karena cara berpikirnya tidak konvensional. Bedanya, orang kreatif mampu melakukan loncatan pemikiran yang menimbulkan pencerahan atau pemecahan masalah. Sementara orang gila tidak mampu melakukannya.
Padi tumbuh dalam kesunyian, sejak hijau hingga menguning. Dia tidak banyak "bicara" dan gembar-gembor untuk mempersiapkan kematangannya. Dan saat matang dia justru merunduk. Semakin berisi semakin tunduk. [iqbal.dawami@gmail.com]
Senin, 24 Agustus 2009
Minggu, 16 Agustus 2009
Palu Ajaib
Di Inggris, pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang pria kaya yang memiliki kapal uap yang indah, tapi seperti jamaknya benda-benda mahal, kapal uap itu ditakdirkan untuk dirusak. Biasanya, teknisi kapal bisa memperbaikinya, tapi suatu hari, setelah perjalanan yang amat berat, mesinnya mati, dan tidak ada yang bisa menyalakannya lagi. Satu demi satu, semua montir dan ahli mesin di negeri itu dipanggil untuk memperbaiki mesin kapal, dan satu demi satu gagal melakukannya. Akhirnya, si pria kaya mendengar kabar tentang seorang pembuat kapal tua bijaksana yang mungkin dapat membantu, tapi dengan harga mahal. Pria kaya itu langsung menyetujuinya.
Tak lama kemudian tibalah seorang pria tua yang dari penampilannya terlihat seolah-olah sudah memperbaiki kapal selama ratusan tahun. Dia membawa tas besar berisi peralatan, dan langsung mulai bekerja. Dia memeriksa jaringan luas pipa yang mengarah ke dan dari mesin dengan sangat teliti, sesekali dia meletakkan tangan di atas pipa untuk mengisi kehangatannya.
Akhirnya, pria tua itu meraih ke dalam tasnya dan mengeluarkan sebuah palu kecil. Dengan lembut dia mengetuk salah satu pipa. Seketika itu juga, suara uap yang mengalir pipa dapat terdengar dan mesin kapal pun menyala sementara pria tua itu dengan hati-hati menyimpan kembali palunya.
Ketika si pria kaya bertanya berapa yang harus dia bayar kepada si pembuat kapal, tagihannya mencapai 10 ribu pound.
“Apa?!” pemilik kapal berseru. “Kau nyaris tidak melakukan apapun. Jelaskan tagihanmu atau kujebloskan kau ke penjara.”
Pria tua itu mulai menuliskan sesuatu pada selembara kertas kumal yang dia ambil dari sakunya. Si pria kaya tersenyum saat membacanya dan meminta maaf kepada pembuat kapal atas sikap kasarnya. Ini tulisan yang tertera di kertas:
Untuk mengetuk dengan palu 1 pound
Untuk mengetahui di mana harus mengetuk 9.999 pound
***
Orang menginginkan apa yang mereka inginkan untuk beragam alasan. Sebagian orang ingin punya uang karena menurut mereka uang akan memberi mereka “keamanan”, yang lain menginginkannya karena menurut mereka uang akan membeli “kebebasan” mereka. Yang lain ingin merasakan “kekuatan” atau “prestasi” atau “kesuksesan”.
Setiap kata ini mewakili nilai tertinggi anda—hal-hal penting bagi anda dan memberi makna serta kekayaan dalam hidup anda.
Jika yang anda lakukan hanya mengejar tujuan tanpa memenuhi nilai-nilai anda, kesuksesan anda akan kosong dan hidup anda kemungkinan akan terasa berlubang dan kosong di dalam. Anda mungkin bisa punya uang, tapi anda jelas tidak akan kaya.
Sabtu, 08 Agustus 2009
Coca-Cola dan Levi’s
Kunci kekayaan seringkali ditemukan tersimpan jauh di dalam arsip imajinasi kita yang tak disangka-sangka. Sebagai contoh adalah Coca-Cola dan Jeans Levi’s.Coca-Cola awalnya sirup sakit kepala yang tidak terlalu berhasil yang dikembangkan oleh apoteker/pengusaha bernama John Pemberton. Ketika dia memergoki beberapa pekerja gudang mencampur sirup barunya dengan air dan meminumnya di belakang toko, dia mencicipinya dan menyadari bahwa jika dia mencampurnya dengan air soda, minuman itu mungkin bisa menjadi sesuatu yang akan membuat orang rela membayar untuk membelinya.
Sementara untuk “blue Jeans”, produk ini berkembang ketika seorang calon penambang emas bernama Levi Strauss pergi ke San Fransisco dengan barang dagangan yang rencananya akan dia jual untuk mengumpulkan uang guna membeli sepetak lahan di tambang. Dia tidak berhasil menjual dua gulungan besar kanvas tenda berwarna biru. Jadi, dia membayar seorang penjahit lokal untuk membuat celana terusan dari kain tenda dan paku kuningan. Permintaan untuk celana panjang barunya yang kuat begitu besar sehingga akhirnya dia tidak pernah mencari emas.
Saat anda menyadari bahwa cara menghasilkan uang sama sekali tidak terbatas, pertanyaannya berubah dari “adakah cara bagi orang saya menghasilkan uang?”
Oleh karena itu jangan meremehkan kekuatan pikiran kreatif! Ingat, semua inovasi ilmiah, keajaiban medis, lagu, lukisan, film, puisi, dan gerakan politik terkenal hanya bermula dari ide dalam imajinasi kreatif seseorang. Makin kaya pikiran anda, makin kuat kreativitas imajinasi anda.
Minggu, 02 Agustus 2009
Sang Penemu Hemat BBM
Lelaki itu bernama Joko Istianto. Dia berhasil menemukan alat penghemat BBM untuk motor dan mobil. Alat temuannya itu dia namakan Fe-Max. Dan dia bertekad untuk menebarkan penemuannya ini di Indonesia. Penemuannya adalah berawal dari lomba karya tulis ilmiah Hemat Energi versi Pertamina tahun 1997. Dia berhasil memenangkan lomba tersebut. Selanjutnya, dia menjadi pemenang terbaik simposium nasional Forum Mahasiswa Mesir Nasional 1998 dan sebagai peserta terbaik pameran Olimpiade fisika se-Asia tahun 2000. Dia juga menjadi pemenang pemuda pelopor nasional bidang teknologi tahun 2007.
Melalui alat yang dinamai Fe-Max tersebut, BBM yang dikeluarkan dari tanki motor/mobil saat dikehendaki bisa jadi hemat sampai 35 persen. Artinya, jika misalnya mobil tanpa dipasang Fe-Max dalam sehari menghabiskan 100 liter premium, maka ketika dipasang Fe-Max menjadi hanya keluar duit bensin untuk 65 liter saja. Selain itu Fe-Max juga mampu mengurangi emisi gas buang sampai 60 persen. Tenaga mesin menjadi lebih berdaya, getaran mesin juga menjadi berkurang banyak.
Penemuan Joko ini tentu begitu bermanfaat bagi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan untuk membeli BBM karena harganya naik-turun tak menentu. Kehadirannya membawa angin segar bagi pengguna pengeluaran untuk BBM, dan dapat dialokasikan pada kebutuhan-kebutuhan lainnya atau mungkin juga ditabung.
Semangat Zaman
Kreatifitas Joko ini dalam menemukan alat penghemat BBM sejatinya merupakan jawaban dia atas tuntutan zaman yang memaksa untuk berpikir kreatif. Kita tahu bahwa pada saat ditemukannya alat tersebut, Indonesia kena imbas oleh kenaikan harga minyak dunia. Pemerintah dengan terpaksa menaikkan harga BBM untuk menyesuaikan dengan harga rata-rata pasar dunia. Akibatnya, rakyat menjadi korban. Banyak perusahaan mulai dari yang kecil hingga yang besar menurunkan produktifitasnya, karena biaya produksi mahal, yang diakibatkan oleh harga BBM.
Namun, Joko tidak terkejut oleh keadaan seperti itu. Justru memunculkan kreatifitasnya dengan berpikir bagaimana caranya agar tetap survive di tengah-tengah kenaikan harga BBM. Akhirnya munculah inovasinya menemukan alat penghemat BBM. Sungguh, sebuah usaha yang patut diacungi jempol.
Selasa, 28 Juli 2009
Ia yang Menulis dengan “Kelopak Mata”
Lelaki itu bernama Jean-Dominique Bauby, pemimpin redaksi majalah Elle, Prancis. Tahun 1996 ia meninggal dalam usia 45 tahun setelah menyelesaikan memoarnya yang ditulisnya secara sangat istimewa. Judulnya, “Le Scaphandre” et le Papillon (The Bubble and the Butterfly). Setahun sebelumnya, ia terkena stroke yang menyebabkan seluruh tubuhnya lumpuh.Ia mengalami apa yang disebut locked-in syndrome, kelumpuhan total. Memang, ia masih dapat berpikir jernih tetapi sama sekali tidak bisa berbicara maupun bergerak. Satu-satunya otot yang masih dapat digerakannya adalah kelopak mata kirinya. Dan itulah satu-satunya cara dia berkomunikasi dengan para perawat, dokter rumah sakit, keluarga dan teman-temannya.
Dalam masa stroke-nya, ia menulis buku. Bagaimana caranya? Ia dibantu oleh keluarganya untuk menunjukkan huruf demi huruf dan si Jean akan berkedip apabila huruf yang ditunjukkan adalah yang dipilihnya.
Jean adalah contoh orang yang tidak menyerah pada nasib yang digariskan untuknya. Dia tetap hidup dalam kelumpuhan dan tetap berpikir jernih untuk bisa menjadi seseorang yang berguna, walaupun untuk menelan ludah saja, dia tidak mampu, karena seluruh otot dan saraf di tubuhnya lumpuh. Tetapi yang patut aku teladani adalah bagaimana dia menyikapi situasi hidup yang dialaminya dengan baik.
Betapa mengagumkan semangat hidup dan tekad maupun kemauannya untuk menulis dan membagikan kisah hidupnya yang begitu luar biasa. Ia meninggal tiga hari setelah bukunya diterbitkan.
Jean, tetap hidup dengan bahagia dan optimistis, dengan kondisinya yang seperti sosok mayat bernapas. Sedangkan aku yang hidup tanpa punya problem seberat Jean, sering menjadi manusia yang selalu mengeluh. Coba ingat-ingat apa yang aku lakukan. Ketika mendapat cuaca hujan, biasanya menggerutu. Sebaliknya, mendapat cuaca panas juga menggerutu.
Boleh jadi, seberat apa pun problem dan beban hidup aku semua, hampir tidak ada artinya dibandingkan dengan Jean.
Ya, aku harus percaya bahwa sebagai manusia masing-masing telah diberikan potensi untuk tetap survive dalam kondisi yang sesulit apa pun oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Sehingga jika aku mau menggunakan potensi tersebut aku pasti akan dapat melalui kesulitan demi kekurangan dan kesulitan yang aku hadapi. Aku, sebagai manusia tidak mungkin akan selalu mengalami hal-hal yang menyenangkan, suatu ketika aku pasti akan mengalami hal-hal yang menyedihkan, begitu pula sebaliknya. Dan pada saat itulah aku harus mengaktifkan potensi survive yang aku miliki. Dengan penuh keyakinan aku harus percaya bahwa aku akan dapat mencapai kondisi yang menyenangkan hatiku.
Seseorang yang telah mencapai hal-hal yang diinginkannya biasanya mengalami perubahan mental, pola pikir, gaya hidup, cara bertindak, dan sebagainya. Perubahan-perubahan ini biasanya dapat menjerumuskan mereka ke dalam kejatuhan dan kegagalan. Dengan kata lain seseorang yang telah berhasil biasanya cenderung untuk menjadi sombong, tidak mau belajar dari orang lain, merasa bahwa dirinya adalah yang paling benar dan pandai, meremehkan orang lain, dan serakah.
Sikap-sikap seperti inilah yang kebanyakan membuat orang-orang berhasil dan sukses masuk ke dalam jurang pencobaan dan menemui kegagalan dan kehancuran. Oleh karena itu apabila aku suatu saat telah menjadi orang yang sukses, aku harus waspada dan sering-sering mengintrospeksi diri karena perubahan-perubahan sikap yang aku alami baik secara langsung maupun tidak langsung dapat membawa aku kepada kejatuhan dan kegagalan.
Sebaliknya kegagalan yang berkali-kali dialami seseorang dapat mendidik orang tersebut menjadi lebih tangguh dan lebih tangguh lagi karena ia banyak belajar dari kegagalan yang dialaminya. Dan apabila ia semakin bertekun bukan tidak mustahil ia akan berhasil meraih kesuksesan dan keberhasilan yang gemilang.
Melihat pengalaman orang-orang sukses yang bangkit dari kegagalan aku dapat mengatakan bahwa kegagalan sesungguhnya adalah pelajaran yang sangat berharga. Maka jangan cuma menyesali dan meratapinya, tetapi belajarlah dari kegagalan-kegagalan yang aku alami. Pelajari mengapa aku sampai gagal. Sehingga di lain waktu aku bisa lebih hati-hati dalam setiap tindakan. Dan kegagalan yang lalu tidak akan terulang lagi pada diriku.***
Yogyakarta, 27 Juli 2009, Pkl. 23.00
Rabu, 01 Juli 2009
Cita-Cita: The Secret and Power Within
Judul: Cita-Cita: The Secret and Power WithinPenulis: M.Iqbal Dawami
Penerbit: Diva Press, Yogyakarta
Cetakan: I, Mei 2009
Tebal: 260 hlm.
----------------
Setiap manusia diciptakan dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dan dalam kehidupan sehari-harinya penuh dengan lika-liku. Ada kalanya ditimpa kebahagiaan, namun ada kalanya pula kesedihan. Semua manusia tercipta dengan skenario yang berbeda. Skenario yang sudah tertulis di dalam “catatan” Tuhan.
Kita tahu bahwa Tuhan menciptakan alam ini dengan begitu sempurna. Semuanya mempunyai “ruh”. Alam beserta segala isi dan peristiwanya mengajarkan kepada manusia, sebagai pengelola alam, untuk menjaga keseimbangan hidup. Tumbuh-tumbuhan, hewan, dan lain-lainnya, adalah bahan renungan untuk manusia. Manusia sering kali ditimpa ujian dan cobaan, lebih sering pula ketika mengalami kesulitan hanya bisa mengeluh dan menuntut, tanpa berfikir lebih jernih lagi apa sebenarnya di balik semua kejadian ini. Mungkin kita masih ingat peristiwa berbagai musibah dan bencana alam yang sudah dan sedang terjadi, pernahkah kita berfikir dan merenung, mengapa Tuhan menurunkan itu semua?
Alam sebenarnya berperan sebagai “guru” bagi manusia untuk perenungan dan pembelajaran. Hal ini menandakan bahwa Tuhan begitu perhatian bagi manusia sebagai ciptaan-Nya yang paling mulia untuk dapat hidup sejahtera dibandingkan ciptaan lain-Nya. Akal adalah bukti kasih sayang dari Tuhan. Ia mencipatakan itu untuk mengambil segala pelajaran yang diberikan alam.
Dalam rangka di ataslah buku ini hendak mengajak para pembaca untuk merenungkan segala peristiwa yang ada di muka bumi ini. Mari kita pikirkan baik-baik segala polah tingkah yang ada di muka bumi ini.
“Manusia yang bijak dan cerdaslah yang senantiasa mengambil pelajaran serta mengisi skenario-Nya dengan amalan yang disukai-Nya. Tanpa pernah berkeluh kesah apalagi berburuk sangka.” Begitu seorang kawan memberi tahu saya lewat blog-nya. Ya, saya sepakat dengan pendapat di atas. Tapi bagi sebagian orang tidak mudah untuk mengambil pelajaran seperti itu. Begitu banyak peristiwa yang berseliweran di sekitar kita, tapi sebagian orang itu tidak mendapatkan pelajaran apa-apa.
Kehidupannya bagaikan mesin. Akalnya sama sekali tak difungsikan untuk memikirkan hal-hal seperti itu. Dalam hidupnya nyaris mengalami energi-energi negatif, seperti stress, mudah marah, sedih, dan lain sebagainya.
Namun sebagian orang lainnya berperilaku sebaliknya. Mereka dapat dengan mudah meraih pelajaran yang berharga dari segala peristiwa yang ada di muka bumi ini. Saat melihat atau pun mendapat musibah, mereka bersabar, karena mereka yakin bahwa ada makna di balik itu. Pun sebaliknya, saat meraih kebahagiaan, mereka bersyukur.
Alam menyodorkan kepada kita di saat pagi dengan adanya kicauan burung, bunga-bunga bermekaran, embun pagi bening yang hinggap di sela-sela dedaunan, udara yang sejuk dan segar. Alam memberikan pelajaran agar hidup senantiasa memberikan yang terbaik kepada kehidupan lainnya.
Belum lagi dengan kelakuan para hewan. Semut, misalnya, yang selalu berduyun-duyun mencari makanan. Satu semut memberitahu bahwa ada makanan sebuah tempat, maka yang lainnya pun mengikutinya. Belum lagi dengan kelelewar, yang sering “berangkat” pagi mencari makan dan pulang sore hari saat senja tiba. Tentu masih banyak lagi peristiwa lainnya yang dapat kita ambil hikmahnya. Sekali lagi, semua peristiwa yang terjadi adalah untuk mengajarkan kepada manusia agar menjadi manusia berkualitas. Menjadi manusia berkualitas adalah menjadi manusia yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Menjadi manusia berkualitas adalah menjadi manusia yang memberi yang terbaik bagi dirinya dan orang lain.
Kita harus banyak belajar dari alam ini. Keterciptaan kita di dunia tak lain adalah untuk memelihara bumi ini sebaik-baiknya dalam ketundukan dan kepatuhan yang purna pada Sang Pencipta. Untuk itulah kita diberi kelebihan dibandingkan dengan makhluk lainnya, bahkan dari malaikat sekalipun.
Sudah dimafhumi bahwa salah satu penyampaian pesan yang sangat efektif adalah melalui sebuah kisah. Penyampaian melalui kisah dapat dicerna dengan baik oleh siapa pun dan dari kalangan mana pun. Efektifnya lagi adalah tidak pernah merasa digurui bagi siapa saja yang membacanya. Dan sudah dianggap lazim bahwa berkisah atau bercerita merupakan salah satu metode pengajaran yang sangat efektif untuk menanamkan nilai-nilai tertentu pada para peserta didik, dalam hal ini para pembaca.
Metode pengisahan atau penceritaan ini telah terbukti mampu merangsang imajinasi para pembacanya.
Kisah-kisah yang saya suguhkan bercorak sugestif-transformatif, sehingga para pembaca pun akan mampu menangkap makna yang saya paparkan. Hal itu memang, kisah-kisah tersebut sangat dekat dengan keadaan atau bahkan karakter kita—saya maupun pembaca. Sebagian besar yang dikisahkannya merupakan fenomena yang sedang kita alami sejak dulu hingga kini. Pembaca akan dapat dengan mudah mengambil sari-sari hikmah melalui cerita beserta penjelasannya.
Harus penulis akui bahwa penyampaian kisah-kisahnya dalam buku ini tidak panjang-panjang. Tapi meski demikian makna dan pesan kearifannya berkelindan dalam semua kisah tersebut. Pemaparan kisah-kisahnya yang pendek boleh jadi dapat memfokuskan pembaca pada pesan yang hendak disampaikan. Adapun kisah-kisah yang terdapat dalam buku ini bersumber dari situs-situs internet yang tidak diketahui pengarang aslinya, dari sinopsis film, dari para sahabat, dan dari saya sendiri.
Harapan saya, semoga buku ini menjadi “danau” para pembaca menemukan kembali dirinya, semangatnya dan kemampuannya untuk melakukan perubahan. Buku ini, mudah-mudahan, akan mampu menjadi obat bagi pembaca untuk sembuh dan bangkit kemudian membangun, minimal membangun karakter kita. Saya hendak mengajak para pembaca, mari kita mengubah nasib kita sendiri menjadi lebih baik, dan sekaligus menjadi manusia terbaik, menjadi manusia berkualitas.
Melalui buku ini saya hendak mengajak para pembaca juga untuk bersikap optimis, tidak pesimis. Saya persilakan para pembaca dapat membacanya dengan meloncat-loncat, memilih mana yang paling disukainya terlebih dahulu.
Terakhir, semoga kita mampu mengambil hikmah dari apa yang ada di semesta ini. Mari kita belajar dari alam sehingga kita menjadi orang-orang yang lebih bijak dalam menghadapi hidup ini. ***
(Tulisan ini merupakan Kata Pengantar yang ada di dalam buku Cita-Cita: The Secret and Power Within).
Minggu, 21 Juni 2009
Spirit Ketika Cinta Bertasbih
Novelis Habiburrahman El Shirazy kembali memfilmkan novelnya yang bertajuk Ketika Cinta Bertasbih. Film ini diputar di bioskop pada 11 Juni 2009. Dan selain di Indonesia, film ini juga akan diputar di beberapa negara, yaitu Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Hong Kong, Taiwan, Mesir, dan Australia.Inilah film Indonesia pertama yang Syuting di Mesir. Dalam film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) ini, seluruh latar belakang dalam novel dihidupkan dengan pengambilan gambar dari lokasi sesungguhnya, yakni di Mesir, di antaranya Kairo, Kedutaan Besar Republik Indonesia, Alexandria, Bandara Internasional Kairo, Sungai Nil, Universitas Al Azhar, dan Piramida Giza.
Hal yang membedakan film KCB dengan karya novel Habiburrahman yang telah lebih dahulu diangkat menjadi film, yaitu Ayat-Ayat Cinta (AAC), adalah film ini berusaha melakukan pendekatan yang hampir sama dengan apa yang ada di dalam cerita novelnya.
Ketika Cinta Bertasbih (KCB) berkisah mengenai perjalanan Khairul Azzam (M. Cholidi Asadil Alam), seorang mahasiswa Indonesia yang kuliah di Universitas Al Azhar Mesir.
Ia menyelesaikan studinya selama 9 tahun karena selain kuliah, ia juga bekerja.
Azzam berasal dari keluarga sederhana namun cerdas, sampai ia memperoleh predikat jayyid jiddan (istimewa), sehingga mendapat beasiswa baik dari Departemen Agama maupun kampusnya. Namun di tahun kedua, ayahnya meninggal dunia. Sepeninggal ayahnya, ibunya sering sakit-sakitan. Padahal ketiga adik perempuannya belum bisa diharapkan membantu ibunya karena baru beranjak dewasa. Yang seharusnya membantu ibu dan adik-adiknya di Indonesia adalah Azzam. Sebab ia adalah sulung di keluarganya. Azzam menyadari itu. Maka sejak saat itulah ia mengalihkan konsentrasinya. Dari belajar ke bekerja. Ia di Kairo, bekerja sambil belajar.
Pekerjaan yang dilakukan Azzam untuk menghidupi dirinya dan keluarganya di Indonesia adalah berbisnis tempe dan bakso. Kenikmatan bakso dan tempenya terkenal di kalangan mahasiswa Indonesia sampai KBRI Mesir. Di KBRI itulah, ia bertemu Eliana Pramesti (Alice Norin) putri Pak Alam (Slamet Rahardjo) Dubes RI di Mesir. Eliana cukup memikat hatinya. Namun karena gaya kehidupan Eliana tidak cocok dengan Azzam, maka disarankan oleh Pak Ali, seorang supir Dubes, untuk melamar Anna Althafunnisa saja (Oki Setiana), mahasiswi Kulliyyatul Banaat di Alexandria. Kisah cinta pun dimulai di sini antara Azzam, Anna dan Furqan (Andi Arsyil). Diselingi pula kisah keluarga dan adiknya bernama Ayatul Husna (Meyda Sefira) di Solo.
Film KCB membawa pesan-pesan religius dalam dialog sederhana yang dimainkan nyaris sempurna. Di antara pesan-pesan lainnya adalah mengenai berbagai hal positif tentang etos kerja, kecintaan tanah air, dan kesucian cinta.
Arti cinta
Kehidupan dan kisah cinta Azzam memberikan pencerahan jiwa, bahkan mengajak penonton untuk lebih mendalami rahasia Ilahi dan memaknai cinta. Sedang kehadiran Anna, menjadi unsur yang mengikat keduanya dalam sebuah misteri cinta yang seolah tak berujung. Jalinan cinta itu dikemas dengan manis dalam sudut pandang yang sangat berbeda dari film-film drama romantis pada umumnya.
Ketulusan dan cinta. Itulah salah satu kekuatan karya Habiburrahman dalam film ini. Dengan ketulusan dan cinta yang apa adanya, disertai dengan keyakinan kuat dalam dirinya, film yang merajut dialog dan peristiwa, menjadi sedemikian indah, menarik, menyentuh hati, dan membawa penonton seolah-olah merasakan itu sebagai sesuatu yang nyata.
Film ini juga menuturkan secara jujur perasaan naluriah manusia kepada lawan jenisnya, kegundahgulanaan, keresahan, rindu, malu, dan perasaan-perasaan lainnya yang biasa dialami orang yang sedang jatuh cinta. Namun kemudian diolah secara apik dengan memberi solusi penyejuk jiwa tanpa memaksakan orang untuk membunuh rasa cinta tanpa toleransi. Perasaan cinta tersebut dibingkai dalam syari’at agama (Islam).
Memang, Habiburrahman—dalam karya-karyanya—selalu menciptakan tokoh rekaan yang “selalu menjaga kesucian”, seperti Fahri (Ayat-Ayat Cinta), Zahid ( Di Atas Sajadah Cinta), Raihana (Pudarnya Pesona Cleopatra), Zahrana (Dalam Mihrab Cinta), dan Azzam (Ketika Cinta Bertasbih).
Entrepreneurship
Jika AAC mengeksplorasi kisah mahasiswa yang haus ilmu, KCB mengeksplorasi sosok mahasiswa berjiwa entrepreneur. Jiwa entrepreneurship memang kuat yang mewujud dalam tokoh utama, Azzam. Film KCB tidak hanya berkutat pada perjuangan "cinta", tetapi juga menggambarkan perjuangan manusia biasa yang gigih menggapai harapan dan cita-cita. Azzam memiliki cita-cita sederhana nan tinggi, yaitu ingin jadi orang terkaya se-Jawa. Dan itu diusahakannya menjadi entrepreneur, yaitu bisnis tempe dan bakso “cinta”-nya.
Melalui tokoh Azzam, film ini berhasil meniupkan ruh entrepreneurship sejati. Ruh entrepreneurship sejati ini diantaranya: kreatif menciptakan dan mengemas ide baru untuk kemakmuran diri dan orang orang yang dicintainya, berani mengambil risiko, menyukai tantangan, memiliki daya tahan hidup yang luar biasa, pantang menyerah, selalu ingin menyuguhkan yang terbaik, serta memiliki visi yang jauh ke depan.
Saat ini dunia sedang dilanda krisis global. Dan masa-masa krisis seperti ini mestinya membuat manusia menemukan kekuatan baru untuk bangkit yang akhirnya berhasil berdiri di tengah keterpurukan, dalam hal ini tumbuhnya jiwa wirausaha. Nah, jiwa entrepreneur Azzam patut ditiru setiap generasi muda kita. Semangatnya untuk hidup mandiri dan tanpa pamrih sangat mengesankan.
Pola pikir khalayak mahasiswa maupun lulusan mahasiswa selalu saja berputar pada bagaimana kelak mendapat pekerjaan yang nyaman, gaji terjamin, dan segala fasilitas yang sudah disediakan dari pemberi kerja. Sebaliknya, sangat jarang yang ingin menjadi wirausahawan, yakni dengan membuka pekerjaan di mana dapat membuka pula kesempatan kerja untuk orang lain. Dengan kata lain, mereka telah kehilangan semangat untuk menjadi wirausaha.
Film KCB mampu menyisipkan pesan-pesan entrepreneurship; seorang Azzam yang berbisnis Tempe dan Bakso. Semoga film ini bisa memberi inspirasi generasi muda Indonesia untuk jalan hidup yang lebih baik.
Adapun untuk syuting di Mesir diharapkan dapat menjadi duta Indonesia dan dapat merekatkan hubungan bilateral kedua Negara — Indonesia dan Mesir.***
Langganan:
Postingan (Atom)