Minggu, 20 November 2011

Hanya Soal Mentalitas Saja

Tadi malam timnas Sepakbola Indonesia menang lawan Vietnam di semi final Sea Games. Lumayan puas menontonnya. Keduanya bermain sangat terbuka dan saling serang. Asyik sekali melihatnya. Hanya saja ada beberapa hal yang menjadi catatanku untuk tim Indonesia. Misalnya, sikap individualisnya Okto M. dia terlalu banyak membawa bola sendirian padahal sudah dekat dengan garis kiper. Seandainya dia mengoper bola yang dia kuasai saat dia terdesak, tentu peluang meraih gol sangat besar. Dia malah terus membawanya meski dalam keadaan terdesak, padahal ada kawan yang cukup bebas untuk melakukan penetrasi. Itu sungguh menjengkelkan. Tapi, kecepatannya sungguh tidak diragukan. Sangat luar biasa.


Selain itu, secara kesebelasan, permainan mereka terlalu terburu-buru, tidak taktis dan praktis. Mereka kebanyakan bermain lambung. Mungkin ingin bergaya Liga Inggris, he-he-he. Tapi, kurang maksimal, masih banyak kekurangannya. Walhasil, bola mudah direbut, dan permainan sering kali didominasi oleh Vietnam. Tapi okelah, secara keseluruhan tim Indonesia lumayan bagus ketimbang pas lawan Malaysia di pertandingan sebelumnya. Begitu buruknya Indonesia pas lawan Malaysia itu. Mereka kalah 0-1.

Memang ada beberapa pemain inti diistirahatkan, untuk persiapan pertandingan lawan Vietnam tadi malam. Apakah memang Indonesia selalu grogi dengan Malaysia, karena secara pengalaman terdahulu Indonesia selalu kalah dalam pertandingan penting, seperti di final piala AFF, tempo lalu. Tapi itu bukan alasan yang signifikan. Kalah ya kalah, jangan banyak dalih. Dan harus diakui Malaysia lebih baik. Utamanya pertahanannya yang begitu solid dan kuat. Apa sesungguhnya rahasianya?

Mentalitas. Ya, itulah kunci sukses tim Malaysia. Mereka punya mental yang kuat dalam meraih pertandingan. Sikap superior selalu ditunjukkan mereka. Mental yang kuat memberikan antusiasme yang lebih. Ada gelora yang besar dalam dada mereka. Tentu saja mentalitas itu disertai dengan teknik dan taktik yang brilian. Saya melihat tim Indonesia belum terlihat. Geregetnya kurang menonjol.

Menurut Rahmad Darmawan (RD), sang pelatih, kekalahan dari Malaysia adalah sebuah pukulan. Namun, hal itu harus dijadikan motivasi untuk bangkit. “Saya berharap kekalahan ini bukan sebuah pukulan yang membuat jatuh. Saya harap ini sebuah pukulan untuk bangun dan termotivasi.” Itulah yang dikatakan RD. Luar biasa.

Walhasil, tim asuhannya betul-betul sangar pas lawan Vietnam. Mental bertarungnya kelihatan. Mereka benar-benar habis-habisan. Aku salut. Dan akhirnya, timnas Indonesia berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-0. Dan di final (senin, 21 November 2011) akan bertemu Malaysia kembali. Semoga kekalahan dari Malaysia pas di perebutan juara group menjadi pelajaran berharga, dan menemukan taktik jitu untuk menaklukannya. Walau tidak menang, mari tunjukkan mentalitas yang kuat, dengan disertai permainan yang apik (taktik dan teknik yang jitu). Bravo Indonesia.

Yogyakarta, minggu, tgl. 20.11.2011 (hari ini nomornya cantik, seperti 11.11.2011), pkl. 16.49

Tidak ada komentar: